Teman-teman ,tujuanku menulis blog ini adalah aku ingin berbagi pengalaman dan kisahku baik suka maupun duka. Semoga dengan berbagi pengalaman ini pikiranku menjadi tenang dan perasaanku menjadi lega.
Baiklah langsung saja , mari bersama-sama kita dengarkan cerita dan kisahku ini.....
Cimot , adalah seekor kucing kampung yang berjenis kelamin betina , dengan berat badan kurang lebih 2 kg . Aku menemukannnya pada tanggal 22 Maret 2017 , pukul 12.20 WIB di depan rumahkos temanku (kakak Leting) di Tungkop dengan kondisi yang sangat memperihatinkan , dimana kaki belakang nya tidak dapat digerakkan alias lumpuh ,sehingga jika ingin berjalan harus menyeret-nyeret kesana kemari seperti ngesot (red-manusia).
Awalnya aku ingin pulang kerumah karena jam 14.00 WIB aku harus kembali lagi ke kampus ,akan tetapi tiba-tiba , kakak letingku bilang "dek ,itu kucing nya kenapa? kok di dalam got?''terus tanpa berpikir panjang , aku langsung menghampiri kucing tersebut , lalu segera membawanya keklinik kampus , ''tenang aja kak,biar saya bawa dia keklinik, siapa tau bisa jadi kasus buat anak Co-ass!''.Lalu aku membawa nya dengan menggunakan plastik kresek besar bewarna biru , lalu aku segera mengeggas dan berlalu dengan honda beat putih .
Setibanya di kampus ,aku langsung membawanya ke klinik , lalu mereka memberinya obat-obatan suntik juga menyuruhku untuk membersihkan luka pada kaki,paha, dan perutnya dengan menggunakan air dan menyarankanku untuk memeberi cairan infus kepada kucingnya setibanya aku dirumah , karena ia mengalami dehidrasi berat.Lalu aku membawanya pulang ,dan menaruhnya di dalam kardus,karena pada saat itu kandangku sedang dipakai buat kucing yang baru siap menjalani operasi ''kastrasi''.Lalu aku pergi ke kampus seperti biasanya ,melanjutkan rutinitas.
Sore harinya aku pulang , setelah itu aku memberinya makan dan minum , seperti biasa , aku merawatnya , dan tekadku ingin memberikan kucing ini kepada anak Co -ass sebagai kasus mereka , aku fikir aku telah meringankan beban anak Co-ass tersebut. Jadi kuputuskan untuk menemui mereka keesokan harinya. Setelah kucing kastrasi itu dilepas , barulah kandang tersebut buat kucing ku tersayang , dia ku beri nama Cimot, aku sangat menyayanginya.
Hari-hari silih berganti dan terasa telah dipenghujung bulan Maret , aku segera menjumpai mereka di klinik dan dibedah , lalu berdiskusi dan menunggu keputusan mereka, akhirnya dengan keputusan bulat mereka mau menampung kucing tersebut untuk sementara waktu , sedangkan keputusannya akan ditentukan oleh dokter X, sambil menunggu keputusan dokter itu maka kucingnya aku titipkan dan aku letakkan di bedah , siang itu aku pergi dengan becak mesin dan kandang juga cimot di dalamnya , dia duduk dikandang tersebut. Aku sangat sayang dan kepingin dia cepat sembuh, aku rasa ini langkah yang terbaik buat dirinya.
Tak lama beberapa hari kemudian , salah satu anak Co-ass menghubungiku , mereka mengatakan bahwa dokter X tak bisa menanggani kasus tersebut , terus aku bertanya ,"lho ,kenapa kak?'' ini kan buat kasus kakak'' terus beliau mengatakan , alhamdulillah , kami sudah ada kasus dek '' jadi tak masalah , adek kapan ambil kucingnya kesini?"
Insyaallah , hari Senin kak ya?''
''Oke dek''.Aku putus asa, akhirnya aku coba menceritakan perihal ini ke teman dekat ku , dan dia mau merawat kucing itu sampai hasil diagnosis ditetapkan. Alhamdulillah...
Akhirnya setelah kurang lebih 2 minggu kucing itu dirumahku , maka setelah diklinik selama 1 minggu dan akhirnya aku memutuskan untuk membawa kucing itu kerumah kos temanku yang berada di Aceh Besar , Kajhu.Hal ini dikarenakan ,orang rumah merasa tidak nyaman atas keberadaan Cimot , mereka menganggap aku terlalu berlebihan.
Tak lama setelah itu , aku kembali ke klinik dan menjumpai dokter X , setelah itu kami berdiskusi juga dengan 1 dokter lainnya , yaitu dokterY.Setelah berdiskusi panjang pada sore hari itu , akhirnya keputusan tepat pun diambil, yaitu tindakan Rontgen pada kedua kaki belakang Cimot juga punggungnya , hal ini untuk mendiagnosa apakah benar Cimot alami patah tulang atau hanya kejepit saraf atau luksasio atau sebab lainnya.
Akhirnya setelah di rontgen , ternyata Cimot didiagnosa oleh dokter X ''kejepit saraf '' dibagian tulang ekor belakang dan mengalami kelumpuhan , mungkin kejadian ini telah lama ,faktor nya bisa diakibatkan ditabrak oleh mobil , terbentur atau terjatuh dari ketinggian , yang jelas kaki belakang cimot lumpuh dan mengalami atropi / pengecilan , karena aliran darah tak ada yang mengalir kebahagian ini. Aku sangat sedih dan terpukul , karena dokter bilang kalau pun sembuh ini membutuhkan waktu yang lama dan jalannya abnormal(seperti pincang).
Terus aku bertanya "Dok ,apa ga sebaiknya dioperasi saja , kasihan dia kalau begini terus, tersiksa dia dok''terus dokter bilang '' maaf ya , kalau sampai situ saya belum bisa operasi ''. Dokter hanya menganjurkan pemberian obat-obat anti nyeri dan vitamin untuk membantu pertumbuhan tulang , seperti vitamin B1,K,C..
Aku hanya bisa pasrah...........
Karena tidak kunjung dioperasi tak lama kemudian Cimot saya amankan dirumah kos temen, dan tak lama kemudian dibawa pulang kerumah keluarga saya... dan terakhirnya saya kandangan diluar dan tak lama kemudian dia keluar dari kandang dan mati sayaa sangar sedih karena dia keluar sendiri dari kandang dan akhirnya saya menguburkannya dan membersihkan kandang-kandangnya....
Selamat jalan Cimot.... kami merindukan mu semoga engkau tenang di Alam sana dan bahagia selalu.... Cimot I Love you :(((( very very love youuu
Baiklah langsung saja , mari bersama-sama kita dengarkan cerita dan kisahku ini.....
Cimot , adalah seekor kucing kampung yang berjenis kelamin betina , dengan berat badan kurang lebih 2 kg . Aku menemukannnya pada tanggal 22 Maret 2017 , pukul 12.20 WIB di depan rumahkos temanku (kakak Leting) di Tungkop dengan kondisi yang sangat memperihatinkan , dimana kaki belakang nya tidak dapat digerakkan alias lumpuh ,sehingga jika ingin berjalan harus menyeret-nyeret kesana kemari seperti ngesot (red-manusia).
Awalnya aku ingin pulang kerumah karena jam 14.00 WIB aku harus kembali lagi ke kampus ,akan tetapi tiba-tiba , kakak letingku bilang "dek ,itu kucing nya kenapa? kok di dalam got?''terus tanpa berpikir panjang , aku langsung menghampiri kucing tersebut , lalu segera membawanya keklinik kampus , ''tenang aja kak,biar saya bawa dia keklinik, siapa tau bisa jadi kasus buat anak Co-ass!''.Lalu aku membawa nya dengan menggunakan plastik kresek besar bewarna biru , lalu aku segera mengeggas dan berlalu dengan honda beat putih .
Setibanya di kampus ,aku langsung membawanya ke klinik , lalu mereka memberinya obat-obatan suntik juga menyuruhku untuk membersihkan luka pada kaki,paha, dan perutnya dengan menggunakan air dan menyarankanku untuk memeberi cairan infus kepada kucingnya setibanya aku dirumah , karena ia mengalami dehidrasi berat.Lalu aku membawanya pulang ,dan menaruhnya di dalam kardus,karena pada saat itu kandangku sedang dipakai buat kucing yang baru siap menjalani operasi ''kastrasi''.Lalu aku pergi ke kampus seperti biasanya ,melanjutkan rutinitas.
Sore harinya aku pulang , setelah itu aku memberinya makan dan minum , seperti biasa , aku merawatnya , dan tekadku ingin memberikan kucing ini kepada anak Co -ass sebagai kasus mereka , aku fikir aku telah meringankan beban anak Co-ass tersebut. Jadi kuputuskan untuk menemui mereka keesokan harinya. Setelah kucing kastrasi itu dilepas , barulah kandang tersebut buat kucing ku tersayang , dia ku beri nama Cimot, aku sangat menyayanginya.
Hari-hari silih berganti dan terasa telah dipenghujung bulan Maret , aku segera menjumpai mereka di klinik dan dibedah , lalu berdiskusi dan menunggu keputusan mereka, akhirnya dengan keputusan bulat mereka mau menampung kucing tersebut untuk sementara waktu , sedangkan keputusannya akan ditentukan oleh dokter X, sambil menunggu keputusan dokter itu maka kucingnya aku titipkan dan aku letakkan di bedah , siang itu aku pergi dengan becak mesin dan kandang juga cimot di dalamnya , dia duduk dikandang tersebut. Aku sangat sayang dan kepingin dia cepat sembuh, aku rasa ini langkah yang terbaik buat dirinya.
Tak lama beberapa hari kemudian , salah satu anak Co-ass menghubungiku , mereka mengatakan bahwa dokter X tak bisa menanggani kasus tersebut , terus aku bertanya ,"lho ,kenapa kak?'' ini kan buat kasus kakak'' terus beliau mengatakan , alhamdulillah , kami sudah ada kasus dek '' jadi tak masalah , adek kapan ambil kucingnya kesini?"
Insyaallah , hari Senin kak ya?''
''Oke dek''.Aku putus asa, akhirnya aku coba menceritakan perihal ini ke teman dekat ku , dan dia mau merawat kucing itu sampai hasil diagnosis ditetapkan. Alhamdulillah...
Akhirnya setelah kurang lebih 2 minggu kucing itu dirumahku , maka setelah diklinik selama 1 minggu dan akhirnya aku memutuskan untuk membawa kucing itu kerumah kos temanku yang berada di Aceh Besar , Kajhu.Hal ini dikarenakan ,orang rumah merasa tidak nyaman atas keberadaan Cimot , mereka menganggap aku terlalu berlebihan.
Tak lama setelah itu , aku kembali ke klinik dan menjumpai dokter X , setelah itu kami berdiskusi juga dengan 1 dokter lainnya , yaitu dokterY.Setelah berdiskusi panjang pada sore hari itu , akhirnya keputusan tepat pun diambil, yaitu tindakan Rontgen pada kedua kaki belakang Cimot juga punggungnya , hal ini untuk mendiagnosa apakah benar Cimot alami patah tulang atau hanya kejepit saraf atau luksasio atau sebab lainnya.
Akhirnya setelah di rontgen , ternyata Cimot didiagnosa oleh dokter X ''kejepit saraf '' dibagian tulang ekor belakang dan mengalami kelumpuhan , mungkin kejadian ini telah lama ,faktor nya bisa diakibatkan ditabrak oleh mobil , terbentur atau terjatuh dari ketinggian , yang jelas kaki belakang cimot lumpuh dan mengalami atropi / pengecilan , karena aliran darah tak ada yang mengalir kebahagian ini. Aku sangat sedih dan terpukul , karena dokter bilang kalau pun sembuh ini membutuhkan waktu yang lama dan jalannya abnormal(seperti pincang).
Terus aku bertanya "Dok ,apa ga sebaiknya dioperasi saja , kasihan dia kalau begini terus, tersiksa dia dok''terus dokter bilang '' maaf ya , kalau sampai situ saya belum bisa operasi ''. Dokter hanya menganjurkan pemberian obat-obat anti nyeri dan vitamin untuk membantu pertumbuhan tulang , seperti vitamin B1,K,C..
Aku hanya bisa pasrah...........
Karena tidak kunjung dioperasi tak lama kemudian Cimot saya amankan dirumah kos temen, dan tak lama kemudian dibawa pulang kerumah keluarga saya... dan terakhirnya saya kandangan diluar dan tak lama kemudian dia keluar dari kandang dan mati sayaa sangar sedih karena dia keluar sendiri dari kandang dan akhirnya saya menguburkannya dan membersihkan kandang-kandangnya....
Selamat jalan Cimot.... kami merindukan mu semoga engkau tenang di Alam sana dan bahagia selalu.... Cimot I Love you :(((( very very love youuu
Komentar
Posting Komentar